Ponorogo - Puluhan Alat Peraga Kampanye (APK) paslon nomer urut 2 (dua) Ipong - Bambang dirusak oleh orang orang tak bertanggung jawab di daerah Klisat Kecamatan Bungkal Ponorgo. 

Tampak pada baner yang dipasang dirobek pada bagian foto bahkan ada beberapa bener yang di cabut dan dibuang ke sungai dan semak semak. 

Peristiwa pengrusakan ini sudah diketahui oleh tim pemenangan paslon nomer urut 2. Ari Bilowo juru bicara tim pemenagan Ipong Bambang, saat dinfirmasi oleh nusadaily.com. Pada Sabtu 10 Oktober 2020. Bilowo mengaku belum berancana melaporkanya kepada Gakkumdu, pihanya baru sebatas sudah mencatat dan mendatanya.

'' Sudah kita mencatat dan mendata, akan kita pasangi kembali APK yang di duga di rusak tersebut, bahkan akan kita pasang lebih banyak lagi, '' ucapnya. 

Diantanya lebih lanjut, apakah berencana akan melaporkanya kepada Gakkumdu, pihaknya mengaku '' masih akan mengkaji lebih dulu, apakah perlu atau tidak, " pungkasnya. 

Perusakan APK merupakan kejahatan pemilu, pelaku bisa dijerat pasal 280 ayat (1) huruf g Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 

Pelaksana, peserta dan tim kampanye Pemilu dilarang merusak dan atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta Pemilu. Bila terbukti pelaku diancam pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.(al/pk).