PONOROGO - Duet pasangan Bupati Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Soedjarno lima tahun memimpin Kota Reog Ponorogo. Ini catatan keberhasilan selama memimpin Ponorogo.

Pertama pada pembangunan infrastruktur, duet Ipong - Soedjarno membangun jalan kabupaten sepanjang 572,35 kilometer. Jalan yang awalnya rusak parah kini kondisinya sudah baik dan mulus. 

Disampaikan Bupati Ipong Muhclissoni kepada ponorogokita.com. pada awal kepemimpinannya, jalan kabupaten dalam kondisi baik sepanjang 490,1 kilometer, sedangkan jalan yang rusak berat mencapai 74,8%. "Membenahi infrastruktur itu butuh waktu," terangnya.

Dan selama lima tahun memimpin Kabupaten Ponorogo bersama Pak Djarno, lanjut Bupati, perbaikan jalan menjadi prioritas, karena infrastruktur memadai sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran ekonimi. "Setiap tahun anggaran dalam jumlah banyak telah kita alokasikan untuk perbaikan jalan," jelasnya.

Lebih lanjut, Jalan-jalan poros desa sepanjang 380 kilometer kondisinya sudah baik dan sudah mecapai 57% dari total panjang jalan desa di Ponorogo yang mencapai 668 kilometer.

Tidak hanya perbaikan pada jalan poros desa, Bupati Ipong juga terus berupaya mendorong dan memacu berkembangnya produktivitas pada sektor pertanian dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastrukturnya.

Selain itu capaian kepemimpinan bupati Ipong Michlissoni juga ditunjukkan dengan peningkatan kualitas hidup warga Ponorogo melalui program rumah tidak layak huni atau RTLH.

Peningkatan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat, rumah sehat juga menjadi sasarannya, mulai perbaikan sanitasi rumah hingga penyediaan dan pembangunan sarana air bersih.

Tercatat selama lima tahun ini di Kabupaten Ponorogo jumlah rumah yang berstatus layak huni sebanyak 285.606 unit, dan jumlah rumah tangga dengan sanitasi yang layak berjumlah 270.437 unit.

Selain itu, Ipong-Djarno juga berhasil menyelesaikan pembangunan gedung Sentra Industri UMKM dan membangun kembali Pasar Legi yang jadwalnya tahun depan rampung. 

Catatan juga ditorehkan di dunia pendidikan, berbagai terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) tujuannya agar putra putri Ponorogo mampu mengenyam pendidikan secara merata termasuk memberikan perhatian kepada guru.Guru dan siswa juga diberikan perhatian lebih, ada sebanyak 8.234 guru baik dari madrasah diniyah, guru swasta, dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) kita berikan insentif tahunan sebesar Rp 1,2 juta.

"Ini bentuk perhatian Pemkab Ponorogo  dalam meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah, guru swasta, dan guru PAUD," ungkapnya.

Bupati Ipong dan Wakil Bupati Soedjarno, juga menerbitkan Surat Perintah Tugas atau SPT kepada guru tidak tetap atau GTT sebagai persyaratan menempuh sertifikasi. Dalam meningkatkan kompetensi melalui program sharing dengan pemerintah pusat. 

Atas kepeduliannya kepada dunia pendidikan, Bupati Ipong Muchlissoni menjadi satu-satunya di Jawa Timur yang mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha oleh Pengurus Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia. 

Untuk sektor kesehatan, dengan  meningkatkan kualitas pelayanan mulai dari Puskesmas rawat inap diseluruh kecamatan, peningkatan Puskesmas pembantu di tiap desa dan kelurahan hingga perekrutan tenaga dokter.

Dalam pengelolaan keuangan pemerintahan Pemkab Ponorogo mendapat predikat WTP sebanyak 4 kali berturut-turut. Di bidang pelayanan publik, Ombudsmen RI juga menganugerahkan kepada Ponorogo sebagai Kabupaten yang berpredikat kepatutan tinggi terhadap standar pelayanan publik.

"Atas prestasi dan penghargaan diatas itu, sebagai pemimpin tentu kami bangga, namun tidak menjadikan kami terlena dan cepat berpuas diri. Kami berjanji akan terus berjuang untuk mewujudkan Ponorogo yang lebih maju, berbudaya dan religius sesuai dengan visi misi kami," pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (al/pk).