Ponorogo - Aksi sejumlah oknum yang mengatasnamakan team pemburu money politic berbuntut panjang.

"Sengaja hari ini saya melaporkan Didik Hariyanto bersama kawan-kawannya ke polisi," kata Komarudin, Selasa (8/12/2020).

Komarudin merasa menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan atas aksi premanisme akibat ulah oknum tersebut. Komarudin yang juga anggota DPRD Ponorogo itu, mengaku merasa bingung dan tidak tahu-menahu permasalahannya.

Ia mengatakan usai pulang dari posko sambil mengendarai mobil mampir ke masjid Tegalsari Jetis untuk salat subuh.

Usai salat, dia dihadang sekelompok orang dan memaksa untuk membuka mobilnya. Ia merasa diperlakukan semena-mena dan tidak pantas. Apalagi di situ juga komplit ada petugas atau aparat keamanan dan bawaslu tidak bisa berbuat apa-apa sehingga Ia merasa terancam keselamatan dan jiwanya.

Suharto selaku kuasa hukum korban yang mendampingi pelaporan tersebut menyampaikan bahwa terlapor dapat dikenai pasal 369 KUHP.

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau orang lain atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun," jelasnya. (al/pk)